Promotion

Minggu, 23 Oktober 2011

TERBENTUKNYA GAS ALAM DAN BUMI

Pembentukan gas alam

Gas alam lebih mudah ditemukan dibanding minyak bumi. Pembentukan gas alam dapat dibagi menjadi dua jenis yakni proses biologis dan proses thermal.
Proses Biologis
Pada proses awal, gas alam terbentuk dari hasil dekomposisi zat organik oleh mikroba anaerobik. Mikroba yang mampu hidup tanpa oksigen dan dapat bertahan pada lingkungan dengan kandungan sulfur yang tinggi. Pembentukan gas alam secara biologis ini biasanya terjadi pada rawa, teluk, dasar danau dan lingkungan air dengan sedikit oksigen. Proses ini mmembentuk gas alam pada kedalaman 760 sampai 4880 meter akan tetapi pada kedalaman dibawah 2900 meter, akan terbentuk wet gas (gas yang mengandung cairan hydrocarbon). Proses jenis ini menempati 20 persen keseluruhan cadangan gas dunia.
Proses Thermal
Pada kedalaman 4880 meter, minyak bumi menjadi tidak stabil sehingga produk utama hydrocarbon menjadi gas metan. Gas ini terbentuk dari hasil cracking cairan hydrocarbon yang ada disekitarnya. Proses pembentukan minyak bumi juga terjadi pada kedalaman ini, akan tetapi proses pemecahannya menjadi metan lebih cepat terjadi.
Sebenarnya, pembentukan gas alam dari bahan inorganik juga dapat terjadi. Walaupun ditemukan pada jumlah yang tidak banyak, gas metan terbentuk dari batuan awal lapisan pembentuk bumi dan jenis meteorit yang mengandung bayak kabon (carbonaceous chondrite type).
Gas mulia (He dan Ar) yang ditemukan bersama gas alam adalah produk hasil dari disintegrasi radioaktif alam. Helium berasal dari thorium dan keluarga uranium sedangkan argon berasal dari potassium. Gas-gas ini kemungkinan besar sama-sama terjebak oleh lingkungan pada gas alam.

Formation of natural gas

Natural gas is more easily found than petroleum. The formation of natural gas can be divided into two types namely biological processes and thermal processes.
Biological process
At the beginning of the process, natural gas formed from the decomposition of organic matter by anaerobic microbes. Microbes are able to live without oxygen and can survive in environments with high sulfur content. Formation of a biologically natural gas is usually the case in the marsh, bay, lake bottom and water environments with little oxygen. This process mmembentuk natural gas at depths of 760 to 4880 meters, but at depths below 2900 meters, will be formed wet gas (gas containing liquid hydrocarbons). The process of this type occupies 20 percent of total world gas reserves.
Thermal processes
At a depth of 4880 meters, petroleum becomes unstable so that the major product hydrocarbons into methane gas. This gas is formed from the cracking of liquid hydrocarbons that are nearby. The process of petroleum formation also occurs at this depth, but the solution process into methane occurs sooner.
Actually, the formation of natural gas from inorganic materials can also occur. Although discovered in an amount not much, methane gas is formed from the early rock-forming layer of the earth and the kind of stout carbon-containing meteorites (carbonaceous chondrites type).
Noble gases (He and Ar) were found with natural gas are the products of natural radioactive disintegration. Helium from thorium and uranium while the argon family comes from potassium. These gases are equally likely trapped by the environment on natural gas.




 PROSES TERBENTUKNYA BUMI

proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran yang dilakukannya tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.

Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu:

1. Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.
2. Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.
3. Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi.

The process of forming EARTH



process of formation of the earth originated from tens of billions of years ago. At first there were wisps of fog giant spinning on its axis. Round it does allow small parts and light was thrown out and gathered a large part in the center, forming a giant disc. At one point, the giant mist exploded with a vengeance in outer space which later formed the galaxies and nebula, nebula. Over a period of approximately 4.6 billion years old, the nebula nebula-freeze and form a galaxy called the Milky Way's name, then formed the solar system. Meanwhile, the light which had been thrown off condenses to form clots that cools and solidifies. Then, the clumps that formed the planets, including planet Earth.

During its development, planet earth continues to experience a gradual process and to form it is today. There are three stages in the process of formation of the earth, namely:

1. Initially, the planet earth is still a homogeneous and has not experienced bedding or difference element.
2. Bedding structure of the earth formation that begins with the occurrence of differentiation. Iron material is its density is greater will sink, while the lighter weight species will move to the surface.
3. Earth is divided into five layers, namely inner core, outer core, the mantle, outer mantle, and crust.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar